Home Artikel Kesenian Upacara Sudhi Wadhani

Upacara Sudhi Wadhani

Jagat Bali News - Kebudayaan

Penilaian Pengunjung: / 1
KurangTerbaik 

Upacara Sudhi Wadhani adalah upacara pengukuhan/pengesahan dan janji seseorang yang sebelumnya bukan beragama Hindu menjadi penganut agama Hindu yang di dasari keikhlasan tanpa paksaan. Kata Sudhi Wadhani terdiri dari 2 kata Sudhi dan Wadhani. Sudhi berasal dari bahasa Sansekerta, yang mempunyai arti penyucian atau persembahan, sedangkan Wadani mempunyai pengertian banyak perkataan atau banyak berbicara, kalau digabungkan arti kata suddhi dan wadani  maka mengandung arti dengan kata-kata penyucian.

Dalam pelaksanaan pengukuhan/pengesahan atau pengucapan janji ini, yang menjadi saksi utama adalah Sang Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Esa), orang yang bersangkutan sendiri dan pimpinan Parisadha Hindu Dharma Indonesia atau yang di tunjuk untuk mewakili upacara Sudhi Wadhani ini. Upacara Sudhi Wadani berlandaskan azas Atmanastuti sebagai salah satu sumber Dharma dan mempunyai dasar hukum yang kuat dalam hukum Hindu, ini tertuang  dalam undang-undang Nomor 1 tahun 1974, khususnya pada pasal 2 ayat 1 yang berbunyi upacara Sudhi Wadhani memberikan status hukum bagi perkawinan antara pasangan yang sebelumnya masih berbeda keyakinan, karena undang-undang tersebut menggantungkan syahnya suatu perkawinan kepada hukum agama dan kepercayaan masing-masing penganutnya. Dharma adalah sebagai istilah hukum yang mencakup norma dan ketaatan.

Bagi seseorang yang akan melaksanakan upacara Sudhi Wadani atau yang akan menganut agama Hindu baik yang dilakukan secara perorangan maupun bersama-sama  diwajibkan terlebih dahulu memenuhi persyaratan administrasi. Adapun persyaratan administrasi tersebut :

  1. Membuat surat pernyataan dengan tulus ikhlas untuk dapat menganut agama Hindu dan menyatakan bahwa tanpa ada unsur tekanan, bujukan, paksaan dan pengaruh dari pihak lain yang, ditanda tangani dihadapan Rohaniawan dan Para Saksi.
  2. Membuat surat permohonan kepada Parisadha Hindu Dharma Indonesia setempat atau lembaga adat untuk pensudian.
  3. Pas photo hitam putih ukuran 3x4cm sebanyak 2 lembar dan  foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP).
  4. Adanya saksi-saksi minimal 2 saksi dalam pelaksanaan upacara Suddhi Wadani.

 

In Dalam pelaksanaan upacara Suddhi Wadani tidak ditentukan batas umur bagi calon yang akan disudhikan karena upacara ini bersifat sebagai penyucian lahir bathin seseorang dan sebelum diatur persyaratan administrasi seperti tersebut tadi yang mana pelaksanaannya hanya dengan upakara dan disaksikan oleh masyarakat lingkungan.Berdasarkan hasil Keputusan Seminar Kesatuan Tafsir terhadap aspek-aspek Agama Hindu yang diselenggarakan tanggal 18 s.d 20 Februari 1982,  Sarana Upacara Suddhi Wadani ditetapkan menjadi 3 tingkatan, yaitu:

  1. Upacara kecil, sarana upacaranya adalah: a. Bunga/Kembang, b. Bija, c. Air, d. Api/Dupa.
  2. Upacara sedang/madyama, sarana upacaranya adalah: a. Bunga/Kembang, b. Bija, c. Basma air Cendana, d. Api/Dupa.
  3. Upacara besar sarana upacaranya adalah: a. Byakala, b. Prayascita, c. Tataban, d. Api/Dupa. Semua sarana/sesajen ditata dan  disesuai dengan keadaan masing-masing, karena unsur keindahan adalah salah satu pendukung kemantapan prilaku juga bertujuan untuk membantu mengarahkan dan menuntun pikiran manusia untuk memuja Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Esa) dengan penuh ketenangan dan kedamaian.

Prosesi pelaksanaan upacara :

  1. Calon yang akan melaksanakan Suddhi Wadani ini mengajukan permohonan pensudhian kepada Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) setempat dengan melampirkan surat pernyataan masuk Agama Hindu dan melampirkan pas foto ukuran  3×4 sebanyak 2 lembar
  2. Pihak Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) sebagai penanggung jawab pelaksanaan upacara Sudhi wadani menunjuk salah seorang rohaniawan untuk memimpin dan mempersiapkan upacara tersebut.
  3. Parisada memanggil calon yang akan melaksanakan Suddhi Wadani ke tempat pelaksanaan upacara yang dianggap suci secara lahir bathin, biasanya di Pura atau tempat suci lainnya yang dipandang cocok.
  4. Pelaksanaan upacara terlebih dahulu sesuaikan dengan tingkatan oleh pemimpin upacara, kemudian pemimpin upacara menghaturkan puja puja dan mantra kehadapan Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Esa)beserta manifestasinya yang dipusatkan di Padmasana
  5. Calon yang akan melaksanakan Suddhi Wadani diharapkan sudah siap lahir batin serta menyerahkan diri sepenuhnya kepada Hyang Widhi sebagai saksi Agung.
  6. Sebelum pelaksanakan Suddhi Wadani mulai, terlebih dahulu dilaksanakan upacara byakala dan berdoa agar terbebas dari pengaruh negatif.
  7. Setelah upacara byakala dilanjutkan dengan upacara prayascita. Upacara ini bertujuan untuk membersihkan dan menyucikan dari kotoran sehingga Atma/roh yang bersemayam dalam diri pribadi calon yang melaksanakan Suddhi Wadani dapat memancarkan sinarnya.
  8. Dilanjutkan dengan upacara persembahan berupa Tataban atau ayaban diiringi dengan doa sebagai pernyataan ungkapan rasa terima kasih kehadapan Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Esa).

Setelah selesai melaksanakan upacara, pemimpin upacara membacakan pernyataan yang di tulis oleh calon yang melakukan Suddhi Wadani, kemudian calon Suddhi Wadani ikuti kembali dengan seksama.
Adapun bunyi surat pernyataan yang ditulis pada blangko surat pernyataan oleh calon Suddhi Wadani dengan bunyi pernyatan sebagai berikut :
Om tat Sat Ekam eva adwityam Brahman Artinya Sang hyang widhi wasa (Tuhan Yang Maha Esa) hanya satu/tunggal tidak ada duanya.

  • Satyam eva jayate Hanya kebenaran yang jaya ( menang )
  • Dengan melaksanakan ajaran agama Hindu kebahagiaan pasti akan tercapai.
  • Kemudian selesai mengucapkan pernyataan tersebut, yang di Suddhi Wadani disuruh menepati pernyataannya itu dengan mengucapkan janji sebagai berikut :
  1. Bahwa saya akan tunduk serta taat pada hukum Hindu.
  2. Bahwa saya tetap akan berusaha dengan sekuat tenaga dan pikiran serta batin untuk dapat memenuhi kewajiban saya sebagai umat hindu.
  3. Kemudian di lanjutkan dengan penandatanganan Surat Keterangan Sudhi Wadani, baik oleh yang bersangkutan maupun oleh para saksi-saksi.
  4. Setelah penandatanganan selesai dilanjutkan dengan persembahyangan bersama yang dipimpin oleh pemimpin upacara guna memohon persaksian dan restu dari Hyang Widhi.
  5. Rangkaian terakhir dari pelaksanaan upacara Suddhi Wadani adalah Dharma Wacana yang diberikan oleh Parisaddha Hindu Dharma atau yang mewakili. Tujuan dharma wacana ini diberikan adalah untuk memberikan bekal dan tuntunan kepada umat hindu yang baru mulai menganut agama Hindu sehingga mereka mengetahui isi ajaran agama Hindu. Upacara ditutup dengan memberikan ucapan selamat oleh yang ikut menyaksikan berlangsungnya upacara pensudhian. Selanjutnya diakhiri dengan Parama santhi.


(Artikel dari berbagai sumber)

Add comment


Security code
Refresh

Footer Jagat Bali Number One